Thursday, February 14, 2002

Saint Valentine

Syahdan, jaman Yunani Kuno di Athena pernah ada perayaan hari cinta dan kesuburan sebagai persembahan atas sakralnya dewa mereka, yaitu Zeus dan Hera. Perayaan ini jatuh pada pertengahan Januari hingga pertengahan Pebruari, disebut sebagai bulan Gamelion.

Romawi Kuno memperingati 15 Pebruari sebagai Lupercalia, sebuah festival Lupercus, dewa kesuburan mereka dengan nama lainnya Faunus (Pan dalam mitos Yunani Kuno) yang digambarkan manusia setengah domba dan setengah telanjang (ada patungnya yang lagi berkopulasi dengan seekor domba). Sebagai bagian dari festival, domba disembelih dan kulitnya dipegang di atas kepala. Umumnya para gadis berlomba untuk memegang kulit domba tersebut, berharap diberkahi kesuburan oleh para dewa.

Ada 3 Saint Valentine dalam Ensiklopedi Katholik, semuanya adalah martyr (mati dalam mempertahankan keyakinan religinya, mungkin bisa dianalogikan syuhada dalam Islam) yang berkaitan dengan tanggal 14 Pebruari.

1. Seorang pendeta di Roma pada abad ke-3M, dimakamkan di Via Flaminia.
2. Seorang bishop di Interamna (modern: Terni), dimakamkan di tempat yang sama.
3. Seorang martyr di Afrika Utara.

Kaitan antara romantika asmara dengan St. Valentine tak pernah ditunjukkan saat itu, baru pada kepemimpinan Pope Gelasius I tahun 498M. Pada abad ke-19 Pope Gregory XVI menyumbangkan relik (artefak) St. Valentine kepada Gereja Whitefriar Street Carmelite di Dublin, Irlandia. Sejak saat itu gereja tersebut menjadi tempat favorit untuk ziarah pada tanggal 14 Pebruari. Tahun 1969 hari Valentine kemudian dihapus dari libur resmi gereja.

Asosiasi romantika dengan St. Valentine mulai tercatat sekitar abad ke-14 di Inggris dan Perancis. Kepercayaan ini ditunjukkan oleh tulisan Geoffrey Chaucer yang menulis 700 baris puisi ;

For this was sent on Seynt Valentyne’s day
Whan every foul cometh ther to choose his mate

Sejak saat itu pasangan mulai saling menyebut kekasihnya sebagai valentine. I’m your valentine, you’re my valentine, I and you papalentinan. I belong to you, you belong to me, I and you pabilong-bilong. I love you, you love me.

Amerika mulai mengadopsi Hari Valentine pada abad ke-19 dari Inggris, hingga pada tahun 1847 Esther A. Howland memproduksi secara massal kartu Valentine di Worcester, Massachusetts, sebab bapaknya punya toko buku dan peralatan tulis yang besar. Tahun 2001 Greeting Card Association memberikan award kepada Howland sebagai “Greeting Card Visionary”

diambil dari berbagai sumber.

Indonesia? Entah sejak kapan, yang pasti masyarakat kita gampang dicekoki trend (apalagi yang katarsis!), baik impor maupun domestik (lihat aja menjamurnya acara kriminal, hantu-hantuan dan inpoteinmen, hmm yang domestik bebas biaya pajak impor soalnya), padahal jika memang hendak memberi penghargaan kepada leluhur kita pun punya tokoh dan kisahnya sendiri. Oh ya muslim punya Layla Majnun walau bukan untuk ditiru kegilaannya (gila juga katanya ditiru Shakespeare’s Romeo and Juliet) atau yang lebih agung yaitu Yusuf dan Zulaikha.

Aku? I celebrate Valentine’s Day, hmm..........sebenar tiap hari karena tiap hari aku dikelilingi orang – orang yang sayang dengan aku....

Ada yang bilang "islam" tidak boleh merayakan valentine.... kalo aku berpendapat bahwa kalopun yang bernama valentine itu bukan kebiasaan oleh orang islam, tapi merayakan semangatnya sah - sah saja. Karena menurutku semangat kasih sayang bisa kepada siapa saja..........dan bisa dirayakan setiap hari, hanya saja hari 14 februari ini diambil karena menghormati si valentine........ itu saja. (sama saja merayakan kelahiran ibu kartini kok........semangat kartini yang dirayakan kan oleh orang indonesia apapun kepercayaannya). Eh ....walau konteksnya beda........tapi aku menekankan kata semangat hari itu.

0 Comments:

<< Home